Untuk sebagian masyarakat dengan isi kantong pas-pasan, mungkin seringkali dihinggapi ragu ketika akan memasuki tempat makan yang belum diketahui secara pasti berapa harga per menunya. Lain halnya jika harga makanan sudah bisa terukur dengan isi kantong berikut terjangkau pula. Kaki pun akan lebih mantap untuk datang ke tempat itu.
Serbu saja Kedai Rumah atau Kemah, pujasera yang terletak di Jl Lombok No 9, berada di depan Graha Manggala Siliwangi yang baru dibuka 28 Februari lalu. Semua menu yang tersedia memiliki harga flat serba lima ribu. Kok bisa? Pertanyaan itu mungkin yang muncul di dalam benak.
Pengelola Kedai Rumah, Resa Kusuma Letari atau yang lebih akrab disapa Eca menuturkan konsep serba lima ribu sendiri sengaja dibuat untuk menghilangkan keragu-raguan calon pembeli yang ingin bersantap. Tak perlu memikirkan berapa uang yang harus dibayar nantinya. "Toh sudah bisa mengukur dengan keuangan yang dimiliki," tutur Echa.
Konsep yang ditawarkan Kedai Rumah sendiri adalah konsep rumah. Koki-koki yang dihadirkan pun adalah ibu-ibu rumah tangga yang memang biasa mengolah makanan untuk keluarga di rumah. "Ibu-ibu rumah tangga itu kan lebih memperhatikan kualitas makanannya, tutur Eca.
Layaknya pujasera, tempat ini merupakan kumpulan 14 pedagang dengan menu yang berbeda-beda. "Jenis makanan tidak ada yang sama, supaya pembeli bisa lebih banyak pilihan," jelas Eca.
Dari mulai aneka nasi, nasi timbel, nasi liwet, nasi rames dan nasi bakar, kupat tahu Cianjur, rujak ulek, pencok edun yang pedasmya memang edun, lotek, roti bakar, gule, sop, aneka soto, aneka mie, baso tahu, batagor sampai D'Crepes. Untuk minuman, aneka jus, kopi, sop buah, bandrek, bajigur atau minuman botol yang bisa didapatkan dua botol dengan harga Rp
5 ribu.
Makanan unik yang mungkin belum pernah anda coba, bahkan mungkin belum pernah anda dengar sebelumnya adalah singkong parut goreng. Dari nama menunya saja sudah membaut penasaran untuk mencicipi. Tidak jauh berbeda dengan memasak nasi goreng, bedanya yang digoreng bukan nasi tapi singkong parut.
Sebelum memesan, terlebih dahulu membeli kupon makanan dengan harga Rp 5 ribu per kuponnya. Setelah itu baru bisa memesan menu yang diinginkan. Dengan bayaknya pilihan menu tersebut mungkin akan sedikit membuat pembeli kebingungan.
Tempat ini dibagi beberapa bagian. Di bagian depan, tepatnya di pekarangan rumah, berkumpul pedagang roti bakar, mie rebus, baso, gado-gado dan lain-lain. Memasuki bagian dalam rumah, di ruang tengah. Deretan kursi layaknya rumah makan tertata dengan rapih. Sebuah televisi besar dengan fasilitas karaoke berdiri di sudut ruangan. Namun, fasilitas karaoke ini tidak bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Terlebih dahulu harus membeli kupon seharga Rp 5 ribu untuk dua kali kesempatan bernyanyi.
Ternyata tak hanya sampai di sana. Sebuah ruangan lain di taman belakang dipersiapkan untuk yang ingin bersantap dalam suasana yang lebih santai dan sejuk. Empat tempat lesehan disediakan berdampingan dengan hamparan rumput hijau. Bagian ini, ada beberapa pedagang, seperti soto, mie kocok dan lain-lain.
Selain tempat lesehan tersedia juga ruang VIP, untuk yang menginginkan ruang yang lebih privasi untuk pertemuan dengan kapasitas ruangan 20-50 orang. Sedangkan kapasitas Kedai Rumah sendiri adalah 250 orang. Dengan kapasitas ini mungkin bisa jadi pilihan untuk merayakan hari istimewa anda. Tersedia paket-paket menarik dan murah meriah untuk acara-acara istimewa tersebut, bisa makan di tempat atau di bawa pulang. "Jika biasanya orang memesan paket-paket makanan fast food, maka disini kami ingin lebih mengindonesiakan," jelas Eca.
Kedai Rumah buka buka setiap hari dari pukul 08.00-22.00 WIB. "Terkecuali untuk hari-hari tertentu, bisa keluar dari jadwal itu," ujar Eca.Untuk memeriahkan suasana, Kedai Rumah akan menjadwalkan even-even menarik termasuk pertunjukan band akustik setiap malam minggu. Hanya dengan tiket Rp 15 ribu, pengunjung sudah bisa mendapatkan dua kupon makanan. Dalam waktu dekat, ujar Eca, Kedai Rumah akan menyediakan fasilitas hotspot.
Tempat ini dilalui angkot jurusan Kalapa-Aceh-Cicaheum dan St. Hall-Sadang Serang. Bisa pula jurusan Antapani-Ciroyom, tapi harus berjalan beberapa meter terlebih dahulu. Hayu atuh ke Bandung!! (Detikcom)